Sabtu, 05 November 2011

Bukittinggi - Jakarta via Lintas Timur Sumatra

18 Januari 2011
Cuaca di Padang Panjang kampung halaman saya luar biasa dingin pagi itu. Gerimis rintik-rintik mengiringi kepulangan saya kembali ke Jakarta hari ini. Kabut tebal masih menutupi Gunung Singgalang di belakang rumah saya. Gunung merapi hanya tampak puncaknya saja didepan, sisanya masih ditutupi kabut tebal. Luar biasa dingin disini. Setelah menyantap katupek jo gulai paku yg di beli di lapau depan rumah, saya bersiap untuk kembali ke Jakarta. ini sebagai preview kampung halaman saya di Pandai sikek, Padang panjang.

Naik angkot kuning dengan logo Mersi (Merapi-Singgalang) 04 dari Pandai sikek menuju pool ANS di Padang luar. duduk di depan sendirian, di belakang jatah buat para mande yg mengangkut hasil tani nya ke pasar.. berjalan menusuri kampung kecil di kaki gunung Singgalang, melewati beberapa rumah penghasil kain Songket yang sangat terkenal di Ranah minang ini. Onde mandee, Sumatra Barat itu indah kawan.

Singkat cerita, jam 9 pagi saya sudah tiba di pool ANS Bukittinggi ini. disana sudah terparkir rapi ANS berNopol B 7543 XA dan B 7538 NL.
keduanya sama" kelas SE, tapi 7543 lebih bagus karena sudah Highdeck ketimbang 7538. Segera check in ke loket, bayar sisa tiket nya. "Oto nyo nan 7543 diak", begitu uni yg bertugas di loket memberitahukan bis nya kepada saya, sebut saja namanya Bunga. "oke ni mokasi banyak" jawabku. eh ketemu sama Uda masno, stokar waktu saya naik 7236 wv dulu. langsung saja saya bercengkrama dengan crew ANS tersebut.
ANS B 7543 XA ini dipegang oleh Pak chin sebagai batangannya, supir 2 nya da Anton, dan stokarnya pak datuak. kesan pertama naik ke bis ini sungguh menyenangkan, interior bersih dan wangi dan bantal dan selimut nya juga bersih. Kesan pertama itu penting untuk feel di perjalanan nanti.







well, jam 9.30 bis ini berangkat menuju Jakarta. Penumpang dari Bukittinggi tidak banyak, hanya 8 orang. sisanya naik dari Padang yg akan di oper di terminal Solok nanti. Kemudi dipegang Pak chin, berjalan perlahan menyusuri jalan berliku sepanjang padang panjang sampai ke terminal Solok. melewati Danau Singkarak yg begitu indah dibawah rintik" hujan





Akhirnya kami tiba di terminal Solok, disana baru ada Bintang permata bunda dan Lorena yg storing. Inilah loket ANS di terminal Solok.











Sambil menunggu ANS yang dari padang, saya makan sate dulu disini. Lumayan buat ngemil sampai di rumah makan Alam raya nanti. Gak lama kemudian ANS yg dari padang datang, BM 7045 RU ternyata yg meranjau.


 
Oke, penumpang semua sudah  naik, tercatat 20 orang penumpang yg terisi di dalam ANS 7543 ini. Bis segera meninggalkan terminal, bergegas menuju Jakarta. kemudi di pegang oleh da Anton, lelaki muda nan gagah dengan postur tubuh tinggi dengan lihai memegang kendali. 
ANS terus berlari dengan kencang nya melewati truk dan kendaraan lainnya. Tidak ada bus di depan, bis ini lah yg pertama menuju Jakarta pada hari itu. Cukup bosan juga sih ga ada lawan, tapi untung nya crew ini sangat mengerti kejenuhan penumpang sepanjang jalan Muara Kalaban sampai Gunung medan. Beruntung pak datuak mengerti akan kebosanan penumpang dan segera memutar film dari dvd.
Gas terus,, Melewati rumah makan Umega Gunung medan, sepi belum satupun bis masuk rumah makan ini. 
14.30 wib, Bis memasuki RM Alam Raya di daerah Dharmasraya Sumbar. masih satu"nya bis yg ada di RM ini. Gak makan disini karena udah bawa nasi bungkus dr rumah, jadi lumayan lah buat mengirit biaya di jalan. maklum penulis adalah mahasiswa kere tapi maksa naik bis SE. :D
gak lama disini, cuma 30 menit bis langsung melanjutkan perjalanan. kemudi masih di pegang da Anton, masih tetap dengan kecepatan tinggi dengan mesin Mercedez Benz OH 1521. perut kenyang, ac dingin, bantal dan selimut masih wangi, membuat rasa kantuk tak tertahan. tidur sejenak sampai Muara Bungo. 
Maghrib saya terbangun, mendengar obrolan da Anton dan pak datuak tentang belum masuknya bis-bis yg dari jakarta arah ke padang. baguslah pikir saya, belum kelewatan momen siapa yg tercepat masuk Sumbar. benar saja, tidak lama kemudian crash dengan ANS 7541 XA dengan lampu marcopolo yg bersinar terang dalam gelapnya hutan Muara bulian. klakson panjang sebagai sapaan satu PO  sudah menjadi tradisi setiap bis di sumatra. disusul oleh Lorena LE 140, Gumarang jaya AC, Bintang kedjora, dan terakhir Bintang permata bunda. udah ah, udah lewat semua, tidur lagiii.. 
pukul 22.30, bis memasuki RM Simpang Raya, Jambi. disana sudah terparkir CV Pelangi tujuan Aceh yg sudah mau berangkat lagi melanjutkan perjalanan. Segera saya sholat, makan, dan bengong di depan lampu led marcopolo ANS .


Bus kembali berangkat, kemudi di pegang Pak chin. walaupun sudah tua tapi kemampuan bawa bis nya masih sama seperti da Anton. bus berlari dengan kecepatan tinggi, dan saya kembali tertidur pulas. zzz

05.15 wib, bus memasuki RM Wisata Minang, OKI, Sumsel. tidak ada bis lain di RM ini, yg dari jakarta pun belum masuk. segera saya mandi dan kemudian sarapan.Fisik sangat kaku karena AC yg terlalu dingin, tapi terobati setelah makan ketupat sama kopi panas disini.. 
Bus kembali berangkat, kemudi dipegang da Anton. saya dikasih serabi sama pak datuak sebagai cemilan dijalan. mantaap masih anget pula. hha
Sepanjang perjalanan dari RM Wisata Minang sampai RM Gadang jaya 3 saya crash dengan bis" dari jakarta arah ke padang. Bintang kedjora yg pertama lewat, disusul Gumarang jaya, Lorena LE140, dan agak jauh di belakang baru ANS executive 7030 R0 (kalo ga salah ). abis pecah ban katanya. 
Sembari menikmati perjalanan, pak datuak kembali memutar film biar gak bosen. alhamdulillah ya fasilitas semuanya terpakai, termasuk request penumpang untuk memutar mp3 lagu zalmon. hhe

Pukul 10.30 wib, bus memasuki RM Gadang Jaya 3, Bandar jaya, Lampung. disana terparkir PMTOH karoseri RS Evolution OH 1521. lumayan ada temen nya. segera mandi dan makan, abis itu foto" lagi deh.  agak lama istirahat disini, karena sudah bisa ketebak masuk bakau jam berapa. lebih cepat dari biasanya. ngobrol" dengan da Anton tentang ANS, tanya info sana sini ttg mesin, karoseri, dll .
jam 12 bis kembali berangkat. kemudi di pegang pak chin, kali ini tidak terburu-buru banget. agak santai bawaannya karena perkiraan waktu yg cukup normal. bareng Puspa jaya galaxy exl dari pelabuhan panjang sampai ke pelabuhan Bakauheni. 
pukul 16.00 akhirnya kami tiba di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Bus antri untuk pemeriksaan barang yg dilakukan oleh petugas. Setelah itu bus langsung menuju dermaga untuk ngantri. Agak bete juga nih, karena bus harus menunggu bongkar muat kapal HM Baruna. tertahan 1 jam buat bongkar muat doang. yaudah, Pop mie aja dulu deh.. sluuurp
pukul 17.00, akhirnya bis masuk kapal. di kapal ini hanya ada bis ANS, Puspa Jaya, dan Merta sari. belum ada bis dari sumbar yg masuk bakau. okelah, segera naik ke dek atas buat nyari tempat yg pw sambil ngemil karak kaliang. 

Foto" kapal juga jadi hobi saya, lumayan dapet 2 kapal sekali jepret. KMP Panorama Nusantara sama Duta Banten Jakarta belakangnya tuh. (kalo gak silap)
Waktu penyebrangan memakan waktu 2,5 jam. sampai akhirnya bis keluar kapal pukul 19.30 wib. Bis segera melanjutkan perjalanan dan memasuki RM Rajawali, Merak. karena masih jam 8 malem, masih banyak jajanan di luar rumah makan. eh ada tukang bakso, pesen 2 mangkok cuma 10rb daripada makan nasi padang 25rb. sama kenyangnya..
Bis segera melanjutkan perjalanan, pukul 20.30 dari sini. da Anton memegang kemudi, dan kali ini kecepatannya lebih tinggi karena sudah di tol dan sudah cukup lelah. jalan lumayan rame karena banyak truck juga yg baru keluar kapal. Puspa jaya yg di depan terlewati, lari terus sampai jakarta. dan Akhirnya bis tiba di Pool ANS di jalan pemuda Rawamangun pukul 22.30 wib.. Aman Nyaman Sampai di Tujuan :)

Minggu, 02 Oktober 2011

Jakarta - Bakauheni (Menara Siger )

Ini cerita dimana saya mengisi waktu senggang kuliah saya dengan mengunjungi objek wisata di Bakauheni, Lampung selatan, yaitu Menara Siger. Mengapa saya memilih tempat ini sebagai objek liburan saya? Pertama, tidak memerlukan biaya yang mahal untuk mengunjungi Menara siger ini dari Jakarta. Kedua, tidak memerlukan waktu yang lama untuk sampai di Menara siger ini. Ketiga, alat transportasi yang 24 jam dari jakarta sampai ke Menara siger. Keempat, saya menyukai pemandangan sunset dan wisata bahari yang dapat dilihat dari Menara Siger. Penasaran? mari kita simak ceritanya berikut ini.

Saya(Fadri) dan teman saya Herry, menetapkan bahwa Jum'at malam adalah waktu yang tepat untuk bermain ke Menara Siger, Lampung selatan. dengan membawa kebutuhan seadanya seperti baju ganti 1 buah, sabun pencuci muka, minyak wangi, dan kamera sebagai teman setia kami dalam setiap perjalanan yang kami lakukan. Saya dan Herry adalah teman satu komunitas Penggemar Bis Indonesia dengan nama BisMania Community. setelah memastikan barang bawaan kami, kami berangkat menuju terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Tujuan pertama kami adalah menuju Pelabuhan Merak, Banten.

Malam itu waktu menunjukkan pukul 23.00 WIB, suasana di terminal kampung rambutan tidak terlalu ramai, namun tetap banyak penumpang dengan tujuan yg beragam. tidak terlalu lama bagi kami untuk menunggu bis tujuan Merak. Arimbi, adalah nama bis yg kami tumpangi untuk menuju Merak. selain Arimbi, ada juga bis Armada, Laju Prima, Primajasa, SM Prima, Alimun Jaya untuk menuju Merak. Bismillah, perjalanan kami pun dimulai.
Dengan hanya merogoh kocek sebesar Rp.17.000 kita bisa menuju kota Merak dengan fasilitas bis Ac dengan konfigurasi seat 2-3. cukup murah kan? perjalanan menuju Merak kurang lebih 3 jam, dan kami memanfaatkan waktu tersebut untuk tidur akibat kelelahan aktivitas siang harinya.

Tepat pukul 02.00 WIB Sabtu dini hari, kami tiba di terminal Merak, Banten. para penumpang segera turun dan melanjutkan perjalanan mereka. ternyata, walaupun malam hari, sangat banyak penumpang pejalan kaki untuk menyebrang ke pulau Sumatra. kami bersama rombongan penumpang bis Arimbi tadi bersama-sama menuju loket penjualan kapal Ferry. Kapal Ferry selalu beroperasi 24 jam untuk melayani angkutan penyebrangan dari pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni. kami antri untuk membeli tiket Kapal Ferry yg berbentuk seperti kartu. dengan berjalan kaki (tanpa kendaraan ), calon penyebrang hanya perlu membayar sebesar Rp. 11.500 untuk sekali penyebrangan. jauh lebih murah dibanding membawa kendaraan pribadi (mobil)  yg terkena biaya sekitar Rp.200.000 per mobil.

Setelah mendapatkan tiket, kami menuju Dermaga 1 Pelabuhan Merak. di Pelabuhan terpampang nama kapal, dermaga, dan jam keberangkatannya. dan kali ini kapal KMP Jatra 1 lah yang akan membawa kami menyebrang ke Pulau Sumatra. (ilustrasi gambar KMP Jatra 1)


Pukul 03.00 WIB Kapal berangkat dari dermaga 1 Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni. Angin malam berhembus sangat kencang membuat kami memilih tempat duduk yang terhindar dari angin malam. setiap Kapal Ferry memiliki fasilitas yang berbeda-beda dengan kapal lainnya. Ada kapal dengan fasilitas yg biasa saja, ada pula kapal yg dilengkapi dengan ruangan ber AC dan juga hiburan musik nya. Kapal Jatra 1 ini adalah salah satu kapal dengan ukuran kecil yg berlayar di selat sunda. Walaupun begitu, kapal ini tetap dilengkapi alat keamanan jika terjadi kerusakan atau kecelakaan di tengah laut.
Perjalanan menyebrang ke Pulau Sumatra memakan waktu kurang lebih 2 sampai 3 jam tergantung cuaca. dan kami sedang beruntung karena dengan waktu 2,5 jam kami sudah merapat di Pelabuhan Bakauheni.

Matahari mulai bangkit dari tidurnya. kami menikmati sunrise pagi ini dari atas kapal yang hampir tiba di Pelabuhan Bakauheni. Matahari mulai menerangi pulau-pulau kecil yang bertaburan di dekat pelabuhan.

Dari atas kapal, kita sudah bisa melihat Menara Siger yg menjadi simbol dari Provinsi Lampung. inilah tujuan kami di Pulau Sumatra ini ( Menara yg berwarna Kuning diatas bukit inilah yg dinamakan Menara Siger )

Nahkoda kapal membunyikan klakson sebagai tanda kapal siap merapat. "Pooooot poooott", kira" begitu bunyinya. Para penumpang bersiap untuk turun, berdiri di dekat tangga penyebrangan dengan pengawasan dari awak kapal. Dan, akhirnya kami menginjakkan kaki di Pulau Sumatra.

Para penumpang secara beramai-ramai berjalan menusuri jembatan hingga terminal bis Bakauheni. Di terminal Bakauheni yg letaknya tidak jauh dari Pelabuhan Bakauheni ini, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju kota Rajabasa, Lampung. tersedia pula Travel untuk lebih mempercepat sampai di depan rumah. Akan tetapi, buat kami tidak memerlukan bis atau Travel untuk menuju Menara Siger. jarak dari pelabuhan Bakauheni menuju Menara Siger dapat ditempu sekitar 30menit dengan berjalan kaki, atau 10 menit dengan menggunakan ojeg dari pelabuhan. Demi kesehatan alias ngirit, saya dan Herry memilih berjalan kaki sampai menuju Menara.

Setelah menunaikan sholat subuh di Mushola Pelabuhan, kami segera mencari ibu-ibu penjual kopi keliling yang biasa menjual kopi nya kepada para penumpang ataupun supir bis dan truck yang antri sambil menunggu masuk kapal. kami menghampiri seorang ibu yg sedang istirahat dibawah pohon di sekitar parkiran truck untuk membeli secangkir kopi hangat untuk mengawali semangat kami pagi ini. Ditambah dengan semangkuk mie instan kami menikmati pagi ini di Pulau Sumatra, Pulau tempat kami berasal. setelah tubuh hangat, kami memulai perjalanan pendakian kami menuju Menara Siger.

Jam 7 pagi kami tiba di Menara Siger. kami segera masuk ke dalam untuk registrasi sebagai pengunjung. kami disambut oleh seorang petugas berseragam. setelah menjelaskan maksud dan tujuan kami, kami diperbolehkan masuk dengan membayar Rp.5000 rupiah. oke, waktunya menikmati indahnya ujung selatan Sumatra dan laut nya yg membentang luas.

(foto di depan Menara Siger )

(Foto di belakang Menara Siger )

(Menara Siger tampak Utuh )

( Foto di tulisan besar "LAMPUNG " )

( tampak Pelabuhan Bakauheni dari Menara Siger )

( ada juga saung untuk beristirahat )

( sejauh mata memandang )

( Herry (kiri) dan Saya )

Dan masih banyak lagi pemandangan indah yg bisa kita dapatkan disini. berhubung hari sudah siang, kami sudah harus kembali ke jakarta pada sore harinya untuk menjalankan aktivitas kami. Walaupun sebentar, tapi kami puas, menambah dan menikmati banyak pengalaman yang terjadi di setiap perjalanan kami. 3 jam kami berada di sini, tepat pukul 10 pagi kami kembali ke Pelabuhan Bakauheni, dengan berjalan kaki lagi tentunya. 
sebelum nyebrang, kami makan dulu di rumah makan padang yg terletak di tepi jalan dekat menara. 

pukul 11 siang, kami siap untuk menyebrang. dengan membayar tiket kapal yg sama seperti berangkat, yaitu sebesar Rp.11.500, kami lalu menaiki jembatan penyebrangan untuk menuju kapal



Kami akan kembali ke Pulau Jawa dengan menumpangi KMP Nusa Jaya.  kapal yg cukup besar dan nyaman.

Sambil nunggu kapal penuh oleh penumpang dan kendaraan yang akan menyebrang, kami mengambil foto beberapa kejadian menarik bagi kami sebagai pelengkap dokumentasi perjalanan kami. berikut adalah beberapa foto tersebut:

(Antrian kendaraan untuk menyebrang )

 
 ( bis IMI di geladak kapal )


( bis ALS memasuki kapal )


( gambaran Pelabuhan Bakauheni )


Demikian lah perjalanan kami ini, semoga masyarakat menjadi lebih tau bahwa Indonesia memiliki berbagai tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi, tidak perlu budget besar, tidak perlu waktu yang lama, maka Menara Siger lah salah satu tempat yang bisa menjadi tujuan Anda. :)